Efek Samping Pengobatan Kanker Servik

Perempuan yang menderita kanker serviks dapat dirawat dengan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi radiasi dan kemoterapi, atau kombinasi dari ketiga metode tersebut. Pada tingkatan manapun dari kanker serviks, perempuan yang mengidap kanker ini dapat dirawat dengan tujuan mengontrol nyeri dan gejala-gejala lainnya, menghilangkan efek-efek samping terapi, dan meringankan masalah-masalah emosi serta praktis. Perawatan semacam ini disebut perawatan yang menunjang, pengendalian gejala, atau perawatan yang meredakan.

1. Efek Operasi

Operasi atau pembedahan memakan waktu lama untuk sembuh. Lamanya waktu kesembuhan ini berbeda untuk setiap penderita. Penderita mungkin merasa tidak nyaman untuk beberapa hari pertama. Bagaimanapun obat biasanya dapat mengontrol nyerinya

Sebelum pembedahan, penderita harus mendiskusikan rencana untuk menghilangkan nyeri dengan dokter atau suster. Setelah operasi, dokter penderita dapat menyesuaikan rencana jika memerlukan lebih banyak penghilangkan rasa nyeri.

Operasi yang dilakukan mungkin akan membuat penderita merasa nyeri (cramping), perdarahan, atau suatu kotoran yang berbentuk air (watery discharge).

Jika yang dilakukan adalah suatu hysterectomy, lamanya tinggal dirumah sakit dapat bervariasi dari beberapa hari sampai satu minggu, dan penderita akan merasa lelah atau lemah untuk sementara. Penderita mungkin akan mempunyai persoalan-persoalan dengan mual dan muntah, dan penderita mungkin mempunyai persoalan-persoalan kandung kemih dan usus besar. Dokter mungkin membatasi diet penderita pada cairan-ciaran pertamanya, dengan kembalinya ke makanan padat secara berangsur-angsur. Kebanyakan perempuan-perempuan yang menjalani operasi ini kembali ke aktivitas-aktivitas normalnya dalam 4 sampai 8 minggu setelah operasi.

Setelah suatu hysterectomy, perempuan-perempuan tidak lagi mempunyai periode-periode menstrual. Mereka tidak dapat hamil. Ketika indung-indung telur diangkat, menopause terjadi dengan segera. Rasa panas (hawa panas) dan gejala-gejala menopause lainnya yang disebabkan oleh operasi atau mungkin lebih parah daripada yang disebabkan oleh menopause secara alamiah. Penderita mungkin menghendaki untuk mendiskusikan ini dengan dokternya sebelum operasi. Beberapa obat-obatan telah menunjukkan dapat membantu gejala-gejala ini, dan mereka mungkin lebih efektif jika dimulai sebelum operasi. Setelah operasi, beberapa perempuan mungkin khawatir tenta keintiman seksual. Banyak perempuan menemukan berbagai kekhawatiran-kekhawatiran dengan pasangan mereka.

2. Efek Terapi Radiasi

Efek samping terapi radiasi tergantung pada dosis radiasi dan bagian tubuh penderita yang dirawat. Radiasi pada perut (abdomen) dan pelvis dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare, atau persoalan-persoalan tentang air kencing. Penderita mungkin kehilangan rambut di area kemaluan. Juga kulit penderita di area yang dirawat dapat menjadi merah, kuning, kering dan perih.

Penderita mungkin mempunyai kekeringan gatal, atau rasa terbakar di vagina. Radiasi mungkin juga membuat vagina penderita lebih sempit. Dokter atau suster mungkin menyarankan cara-cara untuk menghilangkan ketidakenakan ini. Juga ada cara-cara untuk melebarkan vagina, yang akan membantu membuat pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan lebih mudah.

Dokter mungkin menganjurkan penderita untuk tidak berhubungan seksual selama perawatan. Namun kebanyakan perempuan-perempuan dapat mulai lagi aktvitas seksual dalam beberapa mingu setelah perawatan berakhir.

Penderita kemungkinan menjadi sangat lelah selama terapi radiasi, terutama pada minggu-minggu setelah perawatan. Istirahat adalah penting, namun dokter-dokter biasanya menasihati pasien-pasien untuk tetap aktif sebisa mereka. Meskipun efek-efek sampingan terapi radiasi dapat menyusahkan (distressing), dokter biasanya dapat mencari cara-cara untuk menghilangkan efek-efek tersebut.

3. Efek Kemoterapi

Efek samping dari kemoterapi tergantung pada obat-obat khusus dan dosisnya. Obat-obat memengaruhi sel-sel kanker dan sel-sel lain yang membelah dengan cepat. Sel-sel tersebut adalah :

1. Sel-sel darah. Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah penderita untuk menggumpal, dan membawa oksigen ke seluruh bagian-bagian tubuh. Jika obat-obat memengaruhi sel-sel darah penderita, penderita lebih mungkin mendapat infeksi, memar atau mudah berdarah, dan merasa sangat lemah dan lelah.

2. Sel-sel pada akar-akar rambut. Kemoterapi dapat menyebabkan penderita kehilangan rambut. Rambut akan tumbuh kembali namun akan tersusun dalam warna dan susunan (texture) yang berbeda

3. Sel-sel yang melapisi saluran pencernaan, dengan kemoterapi dapat menyebabkan tidak nafsu makan, mual dan muntah, diare, atau luka-luka mulut dan bibir

Obat-obat yang digunakan untuk kanker leher rahim juga dapat menyebabkan ruam kulit (skin rash), persoalan-persoalan pendengaran, kehilangan keseimbangan, nyeri sendi, atau kaki-kaki yang bengkak. Dokter dapat menyarankan penderita untuk mengontrol efek-efek sampingan ini.

4. Efek Pengobatan Alternatif

Beberapa penderita kanker serviks biasanya menggunakan pengobatan pelengkap dan alternative untuk menghilang stres atau mengurangi efek samping. Artinya, suatu pendekatan bisa disebut pengobatan pelengkap jika digunakan bersama dan menjadi pengganti dari perawatan standar.

Akupuntur, terapi urut, produk-produk jamu, vitamin-vitamin atau diet-diet khusus, visualisasi, meditasi, dan penyembuhan spiritual adalah tipe-tipe dari pengobatan alternative. Banyak orang mengatakan pendekatan-pendekatan seperti itu membantu mereka merasa lebih baik.

Namun, beberapa tipe pengobatan alternatif, termasuk vitamin-vitamin tertentu, bisa bertentangan dengan perawatan standar. Menggabungkan pengobatan alternatif dengan perawatan standar mungkin atau bahkan lebih berbahaya. Oleh karena itu, penderita harus mendiskusikan kemungkinan manfaat dan efek pengobatan alternatif tersebut dengan dokter.

Cara Pemesanan Kapsul Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme)

Jual Kapsul Keladi Tikus Obat Herbal Tradisional Untuk Pengobatan Kanker, Tumor & Kista

Harga Keladi Tikus

Harga Keladi Tikus ( Typhonium Flagelliforme ) Obat Kanker Servik Herbal Alami

Harga Kapsul Keladi Tikus 1 Botol isi 60 kapsul = Rp.115.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Harga Paket Hemat Keladi Tikus ( Typhonium Flagelliforme ) Obat Kanker Servik Herbal Alami

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

Cara Pemesanan Cepat Kapsul Keladi Tikus:

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Keladi Tikus, Jumlah Botol yang dipesan atau beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Kanker Servik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.